Ditinggal sendirian di rumah besar itu saat orang tua kami pergi untuk urusan bisnis, hanya ada aku dan adikku.
Rumah besar yang tenang itu perlahan-lahan dipenuhi dengan suasana yang manis namun berbahaya.
Bahkan dia, yang biasanya bersikap dingin padaku, menunjukkan sisi lain dirinya pada malam-malam saat kami berdua saja.
Wujudnya yang menggemaskan saat tidur, terbungkus piyama longgar. Lekukan lembut dadanya yang mengintip dari ujung piyama, kulit putihnya yang halus—semuanya tentang dirinya membuat jantungku berdebar kencang.
Setiap kali aku merasakan napasnya yang lembut dan manis, hasrat terlarang yang telah kupendam jauh di dalam hatiku mulai bergejolak.
“Aku tidak tahan lagi…”
Diliputi perasaan yang tak terkendali, akhirnya aku melanggar tabu hubungan saudara kandung dan memutuskan untuk mengakui adikku sebagai milikku. Namun, selama liburan musim panas ini, bukan hanya adikku, tetapi juga gadis-gadis menarik di sekitarku tampaknya menyimpan perasaan tersembunyi untukku. Tinggal bersama selama satu bulan—mampukah aku menekan gejolak hatiku yang ternoda dosa?
Jangka waktunya hanya satu bulan. Hidup bersama saudara kandung yang terlarang dimulai sekarang—♡
No comments yet. Be the first to share your thoughts!
Comments